{"id":1340,"date":"2019-06-02T16:28:05","date_gmt":"2019-06-02T16:28:05","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hendriagustin.com\/?p=1340"},"modified":"2019-11-13T02:48:46","modified_gmt":"2019-11-13T02:48:46","slug":"4-cara-meningkatkan-kapasitas-paru-paru-untuk-mendaki-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/?p=1340","title":{"rendered":"4 cara meningkatkan kapasitas paru-paru untuk mendaki gunung"},"content":{"rendered":"\n<p>Mendaki gunung di ketinggian 3000mdpl lebih ataupun mendaki gunung yang rendah 1000 meter sekalipun, akan membuat kita terkadang terengah-engah. Mengapa? Karena tubuh kita membutuhkan udara dan oksigen agar berfungsi dengan baik. Kapasitas paru-paru kita untuk kegiatan pendakian merupakan faktor penting dalam kemampuan kita menaklukkan jalur panjang atau mendaki ke ketinggian. Jika Anda seorang pemula, tidak perlu merasa sombong karena kehabisan nafas, itu adalah pengalaman yang benar-benar normal bagi para pendaki pemula dan pendaki ahli sekalipun.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jika Anda menemukan diri Anda terengah-engah saat mendaki dan bertanya-tanya apakah ada cara yang lebih baik untuk bernapas, maka jawabannya adalah ya. Meningkatkan kapasitas paru-paru kita untuk hiking tidak hanya bermanfaat untuk hiking, hal ini juga baik untuk kegiatan sehari-hari Anda juga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apakah kapasitas paru-paru itu?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut sebuah Institute paru-paru, kapasitas paru-paru didefinisikan sebagai seberapa banyak udara (atau oksigen) yang dapat digunakan tubuh kita. Walaupun kelihatannya mirip, itu berbeda dari fungsi paru-paru, yang merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berapa banyak udara yang dapat diambil tubuh kita dan seberapa efisien kerjanya. Meskipun kedua tindakan ini penting, hanya kapasitas paru-paru yang dapat ditingkatkan, fungsi paru-paru tidak bisa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"http:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1345\" srcset=\"https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0.jpg 800w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0-420x280.jpg 420w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs0-400x267.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagaimana kapasitas paru-paru\nbekerja?<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya,\notot kita membutuhkan oksigen untuk berfungsi dengan baik.\nSaat kita bernapas, paru-paru akan bekerja\nuntuk mengambil oksigen dan jantung memompakannya ke seluruh tubuh untuk\nmemberi otot kita energi yang mereka butuhkan. Ini\nadalah alasan utama mengapa jantung kita berdetak\nlebih cepat untuk meningkatkan sirkulasi dan mengapa kita bernapas\nlebih berat selama berolahraga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengapa Kita Harus Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut National Institute of Health, &#8220;dalam keadaan istirahat, kita bernapas\nrata-rata, 15 kali per menit&#8221;. Saat berolahraga,\nseperti misalnya, saat mendaki jalur berbatu atau hiking di gunung\ntinggi, napas kita meningkat menjadi 40-60 kali per menit untuk\nmenjaga bekerjanya otot.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan paru-paru yang sehat dan kapasitas paru-paru yang baik, bahkan\nketika kita merasa &#8220;kehabisan napas&#8221; kita masih\nmemiliki cadangan pernapasan yang besar. Jadi, itu\nberarti kita memiliki lebih banyak kekuatan, energi, dan otot\nyang berfungsi lebih baik yang membutuhkan lebih sedikit oksigen untuk bekerja\nsecara efisien. Betapa kerennya hal tersebut kan?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4 cara meningkatkan kapasitas paru-paru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Perkuat Otot dan Tingkatkan Stamina<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Peningkatkan toleransi olahraga kita akan menyebabkan peningkatan kapasitas paru-paru, otot yang lebih kuat, dan stamina yang lebih baik sehingga kita dapat mengatasi pendakian yang panjang sekalipun! Cobalah untuk melakukan latihan yang menggabungkan latihan kardio dan latihan kekuatan sekitar tiga kali per minggu. Ini adalah jumlah waktu yang direkomendasikan yang menurut para ahli akan membawa peningkatan 5 hingga 15% dalam kapasitas paru-paru. Plus, dengan otot yang lebih kuat dan toleransi yang lebih tinggi, tubuh kita dapat mengonsumsi oksigen lebih efisien. Ingatlah untuk bernafas saat berolahraga. Yang membawa kita ke poin berikutnya &#8230;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"http:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1344\" srcset=\"https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1.jpg 800w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1-420x280.jpg 420w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs1-400x267.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Latih Pernafasan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Seiring dengan latihan mingguan kita, sisihkan\nwaktu untuk menggabungkan beberapa latihan pernapasan sederhana dan berdampak.\nNapas tidak hanya dapat membantu meningkatkan kapasitas\nparu-paru mendaki kita, tetapi juga merangsang Sistem Saraf Parasimpatis\n(PNS) yang memberi kita perasaan damai dan tenang. Dan coba tebak? Saat tubuh rileks, kita bernapas\nlebih mudah! Cobalah latihan pernapasan ini agar tetap\ntenang, fokus, dan berenergi di jalur pedakian dan dalam\nkehidupan sehari-hari Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Latihan pernafasan yang sederhana<\/em>: Cari tempat duduk yang nyaman, baik duduk tegak atau bersandar dan tutup mata. Tarik napas dalam selama enam atau tujuh hitungan. Tahan selama tiga detik (saat kita mengulangi latihan ini, lakukan penahanan lima detik). Buang napas semua udara keluar perlahan dan dengan kontrol sampai kosong. Tarik perut ke arah tulang belakang untuk membantu menghembuskan napas sepenuhnya. Ulangi ini sekitar delapan kali.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Breath of Threes<\/em>: Dalam posisi nyaman yang sama, tutup mata dan tarik napas penuh (hitung sampai tujuh atau delapan) dan tahan napas Anda di bagian atas. Buang napas perlahan selama tiga detik dan tahan. Buang napas selama tiga detik lagi dan tahan. Akhirnya, lepaskan semua udara keluar sampai kosong. Ulangi sekitar delapan kali.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Pernapasan Hidung Alternatif<\/em>: Cari kursi yang nyaman dan tutup mata. Tutupi lubang hidung kiri dengan satu jari (jari manis bekerja dengan baik) dan tarik napas selama enam hitungan. Jepit kedua lubang hidung dan tahan selama tiga detik atau lebih lama. Tutupi lubang hidung kanan dan buang napas selama enam detik. Ulangi ini lima kali dan latihlah untuk memperpanjang panjang napas, hembuskan, dan tahan (tarik napas selama delapan, tahan selama lima, buang napas selama delapan, dll.). Setelah selesai, duduklah dengan mata tertutup dan ambil setidaknya tiga putaran penuh napas, seperti biasanya dan perhatikan perbedaan dalam pikiran, tubuh, dan napas Anda. Catatan: Latihan ini sangat membantu untuk stres dan kecemasan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Peregangan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beri ruang bagi napas kita dengan melakukan peregangan sederhana yang melepaskan kekencangan di bahu, dada, dan tubuh samping kita. Itu selalu merupakan ide yang baik untuk memulai latihan yoga dan menggabungkan gerakan dengan latihan pernapasan, tetapi jika yoga bukan untuk Anda, melakukan beberapa peregangan sederhana akan membantu untuk memperluas otot-otot tulang rusuk dan diafragma Anda dapat membantu menumbuhkan kapasitas paru-paru yang lebih besar untuk hiking.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"http:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1346\" srcset=\"https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3.jpg 800w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3-420x280.jpg 420w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/lungs3-400x267.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Lebih sering\nmendaki<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Konsistensi\nadalah kunci untuk membangun lebih banyak daya tahan dan kapasitas paru-paru\nyang lebih besar saat mendaki. Ini mungkin terdengar\nklise tetapi semakin sering kita keluar dan mendaki, semakin baik kapasitas\nparu-paru hiking kita. Ikuti praktik yang telah kita lakukan di\nrumah dan terapkan dalam situasi nyata saat kita mendaki di jalur pendakian.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara Bernafas\ndi high altitude<\/p>\n\n\n\n<p>Pada pendakian gunung yang tinggi, kita akan menghadapi tekanan udara yang tipis yang membuat paru-paru kita kesulitan untuk mendapatkan oksigen karena tekanan udara di dalam tubuh kita lebih tinggi daripada di luar. Beberapa orang ada yang tidak percaya efeknya ketika berada di Everest Basecamp Trek jika bernafas tidak benar akan membuat kita terengah-engah lebih cepat dari biasanya. Untuk itu pengaturan nafas dan kemapuan kapasitas paru-paru sangat akan menolong.<\/p>\n\n\n\n<p>*berbagai sumber di Internet.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendaki gunung di ketinggian 3000mdpl lebih ataupun mendaki gunung yang rendah 1000 meter sekalipun, akan membuat kita terkadang terengah-engah. Mengapa? Karena tubuh kita membutuhkan udara<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1343,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mountaineeringoutdoorskill"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1340"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1354,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1340\/revisions\/1354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}