{"id":35,"date":"2008-09-24T12:57:43","date_gmt":"2008-09-24T12:57:43","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hendri.test123.org\/?p=35"},"modified":"2017-06-05T05:18:51","modified_gmt":"2017-06-05T05:18:51","slug":"leave-no-trace-etiket-berkegiatan-di-alam-bebas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/?p=35","title":{"rendered":"Leave no Trace (Etiket berkegiatan di alam bebas)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-87 size-full\" src=\"http:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/LNT1.jpg\" alt=\"LNT1\" width=\"400\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/LNT1.jpg 400w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/LNT1-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/>Artikel ini saya rakum dari buku Leave No Trace karangan Annete McGivney. Mudah-mudahan bisa ditularkan pada para penggiat alam bebas di Indonesia, termasuk SAYA. Setidaknya keindahan alam bebas yang rapuh itu bisa kita jaga untuk generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Leave no Trace (Etiket berkegiatan di alam bebas)<\/p>\n<p>PERENCANAAN DAN PERSIAPAN<\/p>\n<p>&#8211; Pelajari regulasi dan hal-hal khusus untuk daerah yang akan dituju<br \/>\n&#8211; Persiapkan diri untuk menghadapi cuaca yang buruk, bahaya dan keadaan darurat<br \/>\n&#8211; Skejulkan perjalananan anda untuk menghindari musim ramai kunjungan.<br \/>\n&#8211; Datanglah dalam grup yang kecil, Jika dalam grup besar pecahlah menjadi beberapa grup kecil.<br \/>\n&#8211; Bungkus ulang logistik makanan anda, buang kotak yang tidak penting sehingga bisa mengurangi sampah.<\/p>\n<p>PERJALANAN DAN CAMP DI PERMUKAAN TANAH YANG KERAS<\/p>\n<p>&#8211; Permukaan tanah yang keras termasuk diataranya adalah jalan setapak yang sudah jelas dan campsites atau tempat mendirikan tenda, batu, kerikil, rerumputan kering.<br \/>\n&#8211; Lindungi daerah alami dengan cara camping setidaknya tidak terlalu dekat dengan danau dan aliran air.<br \/>\n&#8211; Temukan campsites yang baik, bukannya dibuat. Mengubah lokasi camp sangat tidak disarankan terutama sekali didaerah yang populer.<br \/>\n&#8211; Konsentrasikan kegiatan pada jalan setapak dan campsites yang sudah ada.<br \/>\n&#8211; Selalulah berjalan ditengah jalan setapak meskipun basah dan berlumpur. Hindari mengijak rumput yang tumbuh dipinggir jalan setapak.<br \/>\n&#8211; Jagalah campsites anda agar tidak melebar. Di daerah yang masih asli alamnya, fokuskan aktifitas pada daerah yang tidak ada vegetasi tumbuhannya.<br \/>\n&#8211; Biasakan mengembalikan areal campsites seperti semula saat setelah menggunakannya.<br \/>\n&#8211; Hindari menggunakan lokasi dimana impak terhadap alam baru saja terjadi.<\/p>\n<p>BUANGLAH LIMBAH DENGAN BENAR<\/p>\n<p>&#8211; Bungkus saat masuk, bungkus saat keluar. Periksa campsites anda dan area sekellingnya apakah ada sampah atau makanan sisa. Bungkus dan bawa keluar semua sampah, makanan sisa dan kotoran lainnya.<br \/>\n&#8211; Timbunlah kotoran manusia dalam lubang yang digali dengan kedalaman 6 hingga 8 inchi dan paling tidak 60 meter dari sumber air, campsites, dan jalan setapak. Timbun dan samarkan bekas timbunan lubang tersebut setelah selesai menggunakannya.<br \/>\n&#8211; Bungkus pulang kertas tissue toilet dan produkpemakaian pribadi lainnya<br \/>\n&#8211; Untuk mandi atau mencuci piring, bawalah air berjarak 60 meter dari aliran air atau danau dan gunakan sesedikit mungkin sabun berbahan biodegradable.<br \/>\n&#8211; Buanglah air buangan mencucui piring dengan cara memencarkanya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.hendri.test123.org\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/lnt.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-88 size-full\" src=\"http:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/lnt.jpg\" alt=\"lnt\" width=\"200\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/lnt.jpg 200w, https:\/\/www.hendriagustin.com\/wp-content\/uploads\/2008\/09\/lnt-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a>BIARKAN APA YANG ANDA TEMUKAN<\/p>\n<p>&#8211; Peninggalan masa lalu: periksa saja, tapi jangan disentuh susunan artifak dari peninggalan budaya atau sejarah.<br \/>\n&#8211; Biarkan batu, tumbuh-tumbuhan dan objek alam lainnya sebagaimana saat menemukannya.<br \/>\n&#8211; Hidarkan membawa atau mengenalkan sesuatu (tumbuhan, binatang dan lainnya) yang bukan berasal atau bukan habitat dari daerah tersebut.<br \/>\n&#8211; Jangan membangun apapun, yang bersifat permanen dan hindarkan membuat parit, jika benar-benar diperlukan timbun kembali parit tersebut setelah digunakan.<\/p>\n<p>HORMATI KEHIDUPAN LIAR<\/p>\n<p>&#8211; Amati saja kehidupan liar dari jarak jauh. Jangan mengikuti atau mendekati mereka.<br \/>\n&#8211; Jangan pernah memberi makan binatang. Memberi makan binatang akan merusak kesehatan mereka, merubah kebiasan alaminya dan akan merusak rantai kehidupan mereka.<br \/>\n&#8211; Lindungi kehidupan liar dan makanan anda dengan cara menyimpannya dalam wadah, juga simpan sampah anda dalam wadah yang aman jauh dari gangguan mereka.<br \/>\n&#8211; Hindari kehidupan liar selama waktu yang sensitif bagi mereka seperti musim kawin, musim bersarang, dan membesarkan anak.<\/p>\n<p>BERTOLERANSI KEPADA PENGUNJUNG LAINNYA<\/p>\n<p>&#8211; Hormati pengunjung lainnya dan lindungi kwalitas dari pengalaman mereka di alam bebas.<br \/>\n&#8211; Berlaku sopan, bertegur sapa dengan pengguna jalan setapak lainnya.<br \/>\n&#8211; Saat menuruni jalan setapak dan berpapasan dengan yang mendaki, dahulukan mereka dengan memberi jalan pada mereka.<br \/>\n&#8211; Buatlah camp anda terpisah dari jalan setapak dan pengujung lainnya.<br \/>\n&#8211; Biarkan suara alam mengalir, Hindari mengeluarkan suara keras dan bunyi-bunyian lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini saya rakum dari buku Leave No Trace karangan Annete McGivney. Mudah-mudahan bisa ditularkan pada para penggiat alam bebas di Indonesia, termasuk SAYA. Setidaknya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":87,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mountaineeringoutdoorskill"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":576,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions\/576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/87"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hendriagustin.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}