Mountaineering Ethic

Semakin berkembang dan semakin banyaknya minat terhadap kegiatan mountaineering di Indonesia membuat beberapa gunung di Indonesia selalu tak pernah sepi dari kunjungan para pendaki. Terlebih lagi pada gunung-gunung yang sangat popular karena keindahannya. Namun sangat disayangkan banyak para pendaki yang tidak memperhatikan etika dalam sebuah kegiatan pendakian dalam hal ini saya sebut sebagai Mountaineering Ethic. Mountaineering Ethic ini saya sarikan dari konsep Leave No Trace, namun saya mempersempit bahasannya agar sesuai dengan karasterisik kegiatan pendakian di Indonesia yang lebih cenderung pada kegiatan Hiking dan Camping, oleh karena itu aspek etika pada pemanjatan tebing tidak saya bahas, meskipun pemajatan tebing adalah bagian dari kegiatan mountaineering.

Mountaineering Ethic ini sudah pernah saya bahas pada sebuah acara talk show yang diadakan di kelompok pendaki yang sangat concern dengan maraknya sampah di gunung yaitu kelompok Trash Bag Community. Sengaja saya tulis ulang di blog saya ini semoga bisa menjadi masukan untuk teman-teman pendaki lainnya agar kegiatan pendakian bisa lebih dinikmati dan dampak pada alam dan sesama pendaki bisa di minimalisir.

Mountaineering Ethic atau etika pendakian gunung bisa dibagi dalam dua hal aspek yaitu:

  1. Human relation
  2. Nature relation

Human Relation

  1. On trail
    • Berjalanlah dengan tenang, berbicara dengan suara yang rendah tidak berisik, biarkan pendaki lain menikmati suara alam, kadang berteriak memanggil teman yang tertinggal dibelakang atau jauh didepan menyenangkan, hendaknya dilakukan tidak saat ada pendaki lain berpapasan dengan anda.
    • jika beristirahat menjauhlah dari jalur setapak untuk agar tidak menghalangi pendaki lain yang turun atau naik.
    • Saat berpapasan dengan pendaki lain, hendaknya pendaki yang turun memberikan jalan pada pendaki yang naik. Namun ada kalanya pendaki yang mendaki memberi jalan agar mereka bisa sedikit beristirahat.
    • Berjalan disebelah kiri trail pada jalur setapak yang lebar.
    • Saat akan melewati seseorang ada baiknya anda memberitahu mereka dengan ucapan simple “permisi”.
    • Menyapa pendaki yang berpapasan dengan ramah.
    • Grup pendaki yang besar yang berpapasan dengan satu atau dua orang pendaki hendaknya yang memberi jalan lewat, meskipun terkadang pendaki yang sendirian atau berdua akan menepi memberi jalan, tapi sesungguhnya secara etika pendaki grup besar yang harus memberi jalan. Begitu juga jika pendaki grup yang bergerak pelan harus memberi jalan pada grup pendaki yang lebih cepat jalannya.
    • Saat berjalan di jalur yang lebar, grup pendaki hendaknya tetap berjalan beriring tidak mengusai seluruh badan jalan dengan bergerombol sehingga menyulitkan pendaki lain yang berpapasan atau pendaki lain yang lebih cepat langkahnya dan akan melewati grup anda.
  2. Camp Site
    • Kontrol tingkat kebisingan, terkadang kita suka lupa saat berkumpul di tenda kelompok pendaki yang banyak cenderung lebih berisik dari pada yang berdua atau jumlah sedikit, bertenggang rasanya agar tidak terlalu berisik mengganggu pendaki lainnya yang mungkin tengah beristirahat.
    • Mengantri dengan tertib di sumber air minum.
    • Ada kalanya saat musim pendakian sedang ramai sebuah camp sites sangat padat sehingga satu tenda dengan tenda lain berjarak cukup dekat, dalam kondisi ini jangan mengotori area tenda lain dengan sampah dan berhati-hatilah saat melewati tenda pendaki lain, teguran ramah “permisi” saat melewati tenda pendaki lain akan sangat membantu.
    • Jangan menyalakan kompor terlalu dekat dengan tenda pendaki lainnya.
    • Jangan mengintervensi areal tenda pendaki lainnya.
    • Bergantian berfoto di tiang trianggulasi, berikan kesempatan pada kelompok yang lain.
    • Jika lokasi puncak kecil dan grup pendaki anda besar jangan paksakan untuk memenuhinya, bertolerasi dengan grup pendaki lainnya untuk bergantian berada dipuncak.

Nature Relation

  1. Berjalanlah dan berkemahlah di tempat yang telah ditentukan.
    • Tetaplah berjalan pada jalur setapak yang sudah ada hindari berjalan di pingir jalan setapak yang ditumbuhi rumput karena akan membuat mati rumput tersebut dan akan membuat jalan setapak jadi melebar
    • Jangan berjalan memotong jalur setapak ini akan membuat terbentuknya jalan setapak baru dan akan membingungkan pendaki yang lewat setelah itu.
    • Saat menepi memberi jalan pendaki lain, lakukan dengan tidak merusak tumbuhan di pinggir jalan setapak, usahakan melakukannya diatas permukaan yang keras atau cari tempat yang lebar agar anda leluasa memberi jalan pada pendaki yang berpapasan dengan anda.
    • Dirikan tenda di lokasi yang sudah ditentukan dan diatas permukaan tanah yang sudah keras, hidari membuka lahan baru dan membabat tumbuhan untuk mendirikan tenda.
    • Dirikan tenda jauh dari sumber air minum ini untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap sumber air. Jarak yang bagus adalah 60 meter.
    • Biasakan mengembalikan areal campsites seperti semula saat setelah menggunakannya.
    • Jangan membangun apapun, yang bersifat permanen dan hindarkan membuat parit di sekeliling tenda, jika benar-benar diperlukan timbun kembali parit tersebut setelah digunakan.
  2. IMG_3373Buang limbah kotoran dengan benar
    • Kurangi membawa sampah dengan cara mempacking ulang logistic anda kedalam wadah pakai ulang seperti plastik ziplock dan tinggalkan packingan kota atau dus yang tidak perlu.
    • Periksa campsites anda dan area sekelilingnya apakah ada sampah atau makanan sisa. Bungkus dan bawa turun semua sampah, makanan sisa dan kotoran lainnya.
    • Timbun kotoran manusia dalam lubang yang digali dengan kedalaman 6 hingga 8 inci dan paling tidak berjarak 60 meter dari sumber air, campsites dan jalan setapak. Timbun dan samarkan bekas timbunan lubang tersebut setelah selesai menggunakannya.
    • Bungkus pulang kertas tissue toilet dan produk pemakaian pribadi lainnya.
    • Untuk mencuci piring, bawalah air berjarak 60 meter dari sumber air (sungai atau telaga) dan jika bisa menghindari pemakaian sabun, lakukan.
    • Buanglah air buangan mencuci piring dengan cara memencarkannya.
    • Hindari membakar atau menimbun sisa makanan dan sampah anda.
  3. Biarkan apa yang anda temukan
    • Peninggalan bersejarah, periksa saja tapi jangan disentuh susunan artifak dari peninggalan budaya atau sejarah
    • Biarkan batu, tumbuh-tumbuhan dan objek alam lainnya sebagaimana saat menemukannya
    • Hindari membawa atau mengenalkan sesuatu (tumbuhan, binatang dan lainnya) yang bukan berasal atau bukan habitat dari daerah tersebut
  4. Menghormati kehidupan liar
    • Jika bertemu kehidupan liar, amati saja dari jarak jauh. Jangan mengikuti atau mendekati mereka
    • Jangan pernah memberi makan binatang. Memberi makan binatang akan merusak kesehatan mereka, merubah kebiasaan alaminya dan akan merusak rantai kehidupan mereka.
    • Hindari kehidupan liar selama waktu yang sensitive bagi mereka seperti musim kawin, musim bersarang dan membesarkan anak.

Dengan sebisa mungkin kita berusaha menerapkan etika-etika tersebut diatas, akan sendirinya memberikan efek positif pada lingkungan dan masyarakat mountaineering Indonesia, dan diharapkan bisa memberikan kesadaran untuk lebih menjaga keindahan gunung Indonesia dan lebih bertoleransi pada sesama pendaki lainnya.