New Ultimate Leuser Challege

RUTE SIRKUIT DAN TIGA MAHKOTA LEUSER

Pegunungan Leuser adalah salah satu gunung yang menempati tingkat kesulitan tertinggi di Indonesia, dan menjadi tantangan bagi para pendaki gunung untuk menggapainya. Para pendaki dewasa ini hanya familiar dengan rute pendakian baru yang dibuat tahun 2017, padahal jalur original Leuser adalah jalur lama yang sekarang beberapa pendaki yang mengenalnya menyebutnya dengan Jalur Klasik. Ide membuat jalur baru ini kemungkinan muncul untuk memangkas perjalanan di jalur lama, namun sesungguhnya justru tantangan pendakian Leuser itu adalah di durasinya, dengan adanya jalur baru dan jika digabungkan dengan jalur lama sebenarnya membuat petualangan di Leuser menjadi semakin kompleks, lengkap dan makin menantang fisik serta mental para pendaki.

Bunga Anggrek liar yang banyak terdapat di sepanjang jalur lama

Rute Sirkuit Leuser

Rute Sirkuit Leuser adalah jalur gabungan dari jalur lama dan jalur baru, yang masing-masing jalur memiliki karakteristik kontur alam yang berbeda. Jalur lama Leuser sedikit lebih panjang daripada jalur baru tapi rutenya lebih banyak berada di punggungan dan kontur medannya naik turun bukit, kondisi naik turun bukit ini memberikan tantangan fisik dan mental yang cukup keras bagi para pendaki. Alur dari pada rute Sirkuit ini adalah pendaki memulai pendakian di titik yang sama yaitu Pos Pantau lalu mendaki hingga Puncak Angkasan, kemudian rute berbelok kekanan menuju rute lama, sedangkan Rute Baru kearah kiri dari Puncak Angkasan dan turun tajam kearah sungai Alas. Setelah melewati rute lama kemudian jalur bergabung kembali dengan Rute Baru di Bivak Kaleng dan lanjut terus mendaki ke puncak melewati rute yang sama. Setelah mencapai puncak untuk rute turun menggunakan Rute Baru yang berawal dari Bivak Kaleng terus turun kearah Sungai Alas lalu naik ke Puncak Angkasan dan menyatu lagi dengan rute yang sama di Puncak Angkasan lalu turun ke Pos Pantau.

Penampang jalur Sirkuit leuser start dari pondok Pantau melewati jalur lama mendaki 3 mahkota Leuser turun kembali ke pos Pantau melewati jalur Baru

Alur rute Sirkuit ini bisa dilakukan dengan dua pilihan, yang pertama sewaktu mendaki melewati Jalur Lama dan turun melewati Jalur Baru. Yang kedua mendaki melewati Jalur Baru lalu pas turunnya melewati Jalur Lama. Tentunya tantangan karakteristik medan akan terasa berbeda. Jalur Lama secara jarak dan kontur alam lebih berat dari pada Jalur Baru, jadi sangat disarankan untuk mengambil alur Rute Sirkuit ini dengan melewati Jalur Lama saat mendaki dan turun melewati jalur Baru. Namun jika pendaki ingin tantangan yang lebih maka pilihan kedua merupakan pilihan yang tepat.

Penampang Rute Lama yang dimulai dari Puncak Angkasan hingga ke Bivak Baleng
Penampang Jalur Baru yang di mulai dari Puncak Angkasan hingga Bivak Kaleng

Melewati Jalur Sirkuit pendaki akan disuguhkan pemandangan alam pegununngan Leuser yang lebih lengkap. Sewaktu melewati Jalur Lama kita akan disuguhkan pemandangan yang lepas karena rute ini banyak berada di punggungann sehingga pandangan bisa lepas melihat bentangan pegununngan Leuser yang merupakan bagian dari jejeran Bukit Barisan dan juga Samudera Indonesia terlihat dari puncakan-puncakan bukit yang dilewati. Selain itu di jalur lama banyak ditemui bunga-bunga angrek liar berbagai jenis. Hal-hal ini tidak ditemui di Jalur Baru, karena jalur Baru karakteristik kontur alamnya didominasi turunan tajam jauh kebawah lembah lalu kemudian mendaki terus keatas lembah hingga daerah Bivak Kaleng. Di jalur Baru kita melewati sungai Alas yang besar dan menjadi ikonik tersendiri di jalur ini. Untuk perbedaan bentang kontur medan Jalur Lama dan Jalur baru bisa dilihat di gambar proyeksi data GPS yang dirubah menjadi grafik yang menggambarkan kondisi masing-masing jalur.

Gerbang Langit, susunan batu-batu yang dijadikan sebagai penanda jalur saat memasuki daerah Padang Rumput
Lokasi Camp Kolam Badak, tampak dikejauhan Puncak Tanpa Nama.

Tiga Mahkota Leuser

Para pendaki Leuser umumnya berhasrat untuk menggapai tiga puncak Leuser yaitu Puncak Tanpa Nama 3455 mdpl yang merupakan puncak tertinggi, yang kedua Puncak Loser 3404 mdpl puncak kedua tertingginya dan yang ketingga puncak Leuser 3145 mdpl adalah puncak ketiganya. Ketiga puncak inilah yang disebut dengan Tiga Mahkota Leuser atau Three Crown Leuser. Untuk bisa mencapai ke tiga puncak ini kadang sulit dilakukan terutama saat cuaca buruk dan hujan, jalur menuju Puncak Leuser akan tertutup oleh aliran air yang mirip air terjun dan ini sangat membahayakan pendaki. Oleh karena itu keberhasilan pencapaian Tiga Mahkota Leuser ini juga tergantung pada factor cuaca, dan juga manajemen pendakian. Karena jika dalam menajemen pendakian jika kita memiliki hari cadangan dan logistik cadangan, maka Jika cuaca tidak memungkinkan pada waktu summit day pertama, maka hari cadangan yang dipunya bisa digunakan untuk melakukannya.

Meninggalkan lokasi camp Langan Rumput untuk menuju puncak bukit Bivak 3 yang terlihat di background foto ini

Leuser Ultimate Challenge

Dengan menggunakan jalur Sirkuit Leuser untuk meraih Tiga Mahkota Leuser akan membuat pendaki merasakan The Real Ultimate Leuser Challenge. Pendaki akan mendapatkan pengalaman yang lengkap tentang jalur pendakian Leuser yang tentunya memberikan tantangan ( Ultimate Challenge) pada fisik dan mental pada para pendaki. Bukan itu saja pemandangan keindahan alam Leuser yang berbeda bisa dinikmati sepanjang perrjalanan. Inilah cara yang maksimal menikmati dan meraih pengalaman dalam pendakian di Pegunungan Leuser.

Three Crown Leuser yaitu Puncak Tanpa Nama, Puncak Loser dan Puncak Leuser
Peta rute Sirkuit Leuser