Ultralight Hiking.. ringan, multifungsi dan safety

IMG_0127

Berawal pada tahun 2006 saya dan komunitas highcamp the adventures mengadakan perjalanan ultralight ke gunung Gede – Jawa barat, saat itu istilah Ultralight Hiking atau disingkat UH ini masih baru beredar di Indonesia. UH sendiri di Amerika sana sudah popular yang dikenalkan oleh Ray Jardine yang juga merupakan penulis buku mengenai UH ini yaitu berjudul “Beyond Backpacking – Guide to Lightweight Hiking” di buku ini dijelaskan dengan detail sekali mengenai prinsip-prinsip UH dan bahkan hingga ke perancangan peralatannya yang inovatif. Awal dari prinsip UH ini sendiri adalah rasa kepenatan dari beberapa hiker termasuk Ray Jardine sendiri dengan ransel yang besar peralatan yang kadang melebihi kegunaannya. Seperti tenda yang terlalau berat, ransel yang terlalu berat bahkan ada beberapa produk ransel bobot kosong nya saja sudah 2 – 3 kg, sehingga membuat pendaki atau hiker tidak terlalu bisa menikmati alam sekitarnya karena disibukan dengan beban berat di punggung, bahkan terkadang saat sampai di lokasi camp, badan mereka sudah sangat letih untuk bisa menikmati kebersamaan dibawah cahaya bulan dan hangat secangkir kopi atau teh.

Pada bulan Juli 2010 ini kembali saya dan teman-teman mengadakan perjalanan UH ke gunung Pangrango, dan meskipun ini perjalanan UH teman-teman yang tidak mau mempraktekan UH tetap bisa untuk ikut. Saya sendiri berusaha untuk mempraktekan prinsip UH ini karena memang medan Pangrango yang banyak rintangan kayu-kayu rubuh akan sangat menyiksa bagi pendaki yang membawa ransel yang besar, dan pilihan prinsip UH akan sangat cocok, sekedar sharing berikut pada foto dibawah adalah peralatan yang saya bawa, dan saya urut berdasarkan nomornya:

img_0498

Keterangan berdasarakan nomer urut sbb:
1- Backpack “Mamuth” berkapasitas 25 – 30 liter
2- Light pullover jacket “TNF Tika100” untuk jaket hangat
3- Ultralight Sleeping Bag “North Pole”
4- Light Breathable Jacket “Adidas” untuk jaket wind & water proof
5- Flysheet tent dipacking terpisah dari tendanya
6- Light Foot print tent untuk mengalasin tenda sebelm didirikan
7- Light Pants “TNF”, Light shirt long sleeve “TNF” untuk pakaian tidur
8- Climate Vest “Montbell” rompi ringan penambah hangat
9- Ultralight Tent “MSR” tenda kapasitas satu orang
10- Ear band “Montbell”, spare shock “TNF” tambahan penghangat untuk tidur
11- Light aluminium mattress
12- First Aid Kits
13- Utralight Stove “Primus”
14- Light Cook pots set “Primus”
15- Bantal Tiup
16- Hydration pack “Platypus” kapasitas 1 liter
17- Gas canister “Primus”
18- Plastic folder bottle “Platypus” kapasitas 2 liter
19- Squishy Bowl & Cup “Guyot Designs” untuk makan dan minum
20- Tapeware kecil untuk penyimpan dua butir telor ayam
21- Pisau lipat multi fungsi Victorinox
22- Sendok dan garpu
23- Headlamp kecil
24- Tent poles
25- Dry bag
26- Dry Plastic case
27- Pasak tenda
28- Camera bag & Camera
29- Sunglass case & Sunglass
30- GPS
31- Payung
32- HP case

img_0060Setelah packing semua peralatan diatas dan ditimbang berat keseluruhan dari ransel adalah 8 kg, camera tidak termasuk disini karena terpisah dari ransel, juga belum termasuk logistik makanan dan air minum, karena menggunakan prinsip UH dan lagi perjalanan hanya dua hari semalam sehingga makanan saya membawa yang simple, untuk makan siang saya membeli nasi bungkus dengan lauk yang terpisah dan begitu juga untuk makan malam. Untuk makan malam nasi yang dibungkus sengaja saya biarkan dingin dan baru dibungkus agar tidak berkeringat dan menjadi basi. Nanti nasi ini akan saya hangatkan dengan cara memasukan kedalam plastik dan kemudian merendamnya dalam rebusan air mendidih, simple tapi efektif. Untuk logistik lainnya saya membawa mie instant dan telor ayam untuk sarapan, serta roti-roti dan coklat. Untuk bekal air karena kami akan menginap di Mandala Wangi dan disana terdapat sumber air, sehingga saya hanya butuh air selama pendakian saja dan dua liter air cukup buat saya, dan ini membuat berat total ransel saya hanya 9 kg, dan ini jauh lebih ringan dari pada berat ransel yang biasanya saya bawa ke gunung.
Berbicara prinsip UH, ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkannya namun pada prinsipnya UH adalah cara atau tehnik melakukan perjalanan kealam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan selama berada di alam bebas, dan prinsip UH ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya, juga selain itu penggunaan peralatan yang multifungsi juga merupakan prinsip utama dalam UH karena akan meminimalisir membawa peralatan yang sejenis dan hanya memberatkan dan memakan tempat di dalam ransel. Dewasa ini sudah banyak produsen peralatan pendakian yang memproduksi peralatan yang ringan atau ultralight, bahkan produsen lokal pun sudah memulainya juga, namun memang dibandingkan perlatan yang biasanya peralatan ultralight ini lebih mahal harganya. Bagi pendaki gunung yang sudah mulai bermasalah dengan kemampuan membawa ransel standar yang besar mungkin sudah waktunya mencoba prinsip ini sehingga tidak perlu berat-berat membawa peralatan yang kadang terasa terlalu berlebihan.